Saran dan Kritik

“ibu terlalu baik, seharusnya ibu memberitahu atau memarahi kami yang ribut. ”

“ibu ngajarnya harus lebih tegas lagi biar anak-anaknya pada nurut”

“ibu harusnya memberikan tekanan baik perkataan atau tindakan , mengeluarkan amarahnya sedikit saja untuk menertibkan murid yang slalu ribut jadi belajarnya bisa lebih nyaman”

X EPU 2

Yosh itulah sedikit kutipan dari saran dan kritik murid2 W selama PLP ( gaya ya dah punya murid heu -.-‘).  Alhamdulillah PLP sebentar lagi akan berakhir. Seeennnaaaanngnya, bahagianya akhirnya beres juga tapi tetep aja sih ada sedihnya hmm pisah sama mereka yang ada di foto walau tiap ngajar slalu bikin W harus teriak-teriak heu *ributnya subhanallah*😡

Hari ini hari terakhir W mengajar di 2 kelas yang guru pamong percayakan sama W. Hampir 4 bulan W ngajar dikelas mereka, buanyak pelajaran yang bisa W ambil dari tingkah mereka di kelas atau diluar kelas mulai dari cara menangangi anak yang ngantuk, ribut, maen hp, ngobrol dsb.

Dari seluruh saran dan kritik mereka, 99% meminta W untuk lebih tegas malah disuruh galak. Dan marah seperti itu  tidak semudah membalikan telapak tangan untuk W. Banyak yang harus dipertimbangkan kalau mau marahin murid dan  gara-gara terlalu banyak pertimbangan itulah W suka ragu kalau negur murid. Akhirnya susah dah ngontrol kelas supanya tetap kondusif belajar.

Hal yang W sadari dari kritik2 mereka, ternyata marah dan teguran juga merupakan suatu bentuk kepedulian kita terhadapa murid, kadang mereka bikin onar gara-gara mereka ingin dimarahi sehingga mereka dianggap ada dan kalau kita terlalu cuek pada seorang murid ,dia merasa tidak dianggap malah bakal nambah buat masalah. Menegur untuk tidak ribut di kelaspun  harus dilakukan karena kalau sudah mulai ribut pasti mengganggu siswa lain yang mau khusuk belajar. Tapi tetep marahlah dengan cara yang baik dan benar jangan main fisik plus perhatikan kata2 yang keluar dari mulut anda 😀 .

X EPU 1

Salah satu murid W bilang

“ Bu jadilah guru yang galak tapi baik dan bermanfaat”

Nahloh bingung dah 8O  . Ah yang penting mah “galak dan baik “ keduanya sama-sama proposional dan pada tempatnya.

Terakhir W ingin mengucapkan terima kasih buat murid2 di kelas X EPU 1 dan X EPU 2 atas segala pelajaran yang kalian berikan pada saya ( buat sya kesel, ribuuut gak berenti2  :P ), terima kasih kritik sarannya. Oh iya buat XI EPU 1 + XI EPU 2 juga. Dan terima kasih buat guru SD, SMP, SMA dan dosen W ternyata jadi guru itu tidak semudah yang W bayangkan 😛 :mrgreen:

“ibu terlalu baik, seharusnya ibu memberitahu atau memarahi kami yang ribut. ”

“ibu ngajarnya harus lebih tegas lagi biar anak-anaknya pada nurut”

“ibu harusnya memberikan tekanan baik perkataan atau tindakan , mengeluarkan amarahnya sedikit saja untuk menertibkan murid yang slalu ribu jadi belajarnya bisa lebih nyaman”

Yosh itulah sedikit kutipan dari saran dan kritik murid2 W selama PLP ( gaya ya dah punya murid heu -.-‘).  Alhamdulillah PLP sebentar lagi akan berakhir. Seeennnaaaanngnya, bahagianya akhirnya beres juga tapi tetep aja sih ada sedihnya hmm ( skripsi ngantosan ). Hari ini hari terakhir W mengajar di 2 kelas yang guru pamong percayakan sama W. Hampir 4 bulan W ngajar dikelas mereka, buanyak pelajaran yang bisa W ambil dari tingkah mereka di kelas atau diluar kelas mulai dari cara menangangi anak yang ngantuk, ribut, maen hp, ngobrol dsb.

Dari seluruh saran dan kritik mereka, 99% meminta W untuk lebih tegas malah disuruh galak. Dan marah seperti itu  tidak semudah membalikan telapak tangan untuk W. Banyak yang harus dipertimbangkan kalau mau marahin murid dan  gara-gara terlalu banyak pertimbangan itulah W suka ragu kalau negur murid. Akhirnya susah dah ngontrol kelas supanya tetap kondusif belajar.

Hal yang W sadari dari kritik2 mereka, ternyata marah dan teguran juga merupakan suatu bentuk kepedulian kita terhadapa murid, kadang mereka bikin onar gara-gara mereka ingin dimarahi sehingga mereka dianggap ada dan kalau kita terlalu cuek pada seorang murid ,dya merasa tidak dianggap malah bakal nambah buat masalah. Menegur untuk tidak ribut di kelaspun sebenarnya harus dilakukan karena sudah mulai ribut pasti mengganggu siswa lain yang mau khusuk belajar.  Tapi tetep marahlah dengan cara yang baik dan benar jangan main fisik plus perhatikan kata2 yang keluar dari mulut anda J.

Salah satu murid W bilang

“ Bu jadilah guru yang galak tapi baik dan bermanfaat”

Nah loh bingung dah. Ah yang penting mah “galak dan baik “ keduanya sama-sama proposional dan pada tempatnya.

Terakhir W ingin mengucapkan terima kasih buat murid2 di kelas XKPU1-2 atas segala pelajaran yang kalian berikan pada sya ( buat sya kesel, ribuuut gak berenti2  :P ), terima kasih kritik sarannya. Dan terimakasih juga buat guru SD,SMP,SMA dan dosen W ternyata jadi guru itu tidak semudah yang W bayangkan J

3 Comments

Filed under Kuliah, Life Alive

3 responses to “Saran dan Kritik

  1. Wah, Bu Guruuuuuu!😀

    Eh eh eh, selama PLP ngajak murid2 ngeblog nggak?😆

  2. Bahri

    kalau w dnger kata “GURU” ad 1kalimat yg ada dlm fikiran w
    “Kau pelita dalam sanubariku”. :)hmm
    pahlawan tanpa tnda jasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s